{"id":1683,"date":"2024-09-20T02:00:56","date_gmt":"2024-09-20T02:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/balivethospital.com\/?p=1683"},"modified":"2024-11-09T02:06:25","modified_gmt":"2024-11-09T02:06:25","slug":"penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/","title":{"rendered":"Penyakit Manusia Yang Bisa Menular Pada Hewan Peliharaan"},"content":{"rendered":"<p>Anda mungkin sering mendengar penyakit yang bisa ditularkan hewan (<em>zoonosis<\/em>) kepada manusia, seperti rabies dan toksoplasmosis. Namun, tahukah Anda jika hal itu juga berlaku sebaliknya. Peristiwa tersebut biasa dikenal dengan \u201c<em>reverse zoonosis<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>Meskipun jarang terjadi, peneliti mencatat adanya kasus-kasus <em>reverse zoonosis<\/em> atau penularan penyakit dari manusia ke hewan. Adapun, 38 persen disebabkan oleh bakteri, 29 persen virus, 21 persen parasit dan 13 persen jamur. Hal tersebut berlaku untuk satwa liar, hewan ternak dan hewan peliharaan. Jadi, kira-kira penyakit apa saja yang perlu diwaspadai yang dapat menular dari manusia ke hewan peliharaan Anda?<\/p>\n<p>Berikut diantaranya:<\/p>\n<p>1. Kurap (<em>dermatophytosis<\/em>)<br \/>\nKurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Pada manusia biasanya berbentuk lingkaran kemerahan dengan diameter antara 1-2 cm disertai gatal-gatal. Sementara pada anjing dan kucing, akan tampak bercak-bercak bundar yang mirip. Biasanya kurap ditularkan dengan kontak langsung atau benda-benda yang telah terkontaminasi, seperti sikat, pakaian dan handuk.<\/p>\n<p>Kurap memang bisa diobati, namun hati-hati karena bisa meninggalkan luka atau jaringan parut. Jika Anda memiliki lesi (jaringan abnormal) kulit yang mencurigakan, hindari kontak dengan hewan peliharaan. Anda perlu memastikannya terlebih dahulu ke dokter hewan kepercayaan Anda.<\/p>\n<p>2. Influenza Dapat Membuat Hewan Peliharaan Anda Mati<br \/>\nPernah terjadi kasus penularan pandemi virus flu H1N1 dari manusia ke kucing. Kasus tersebut terjadi pada 2009 di Oregon, Amerika Serikat. Pemilik kucing sakit parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Di saat yang sama, tiba-tiba kucingnya juga mati karena pneumonia yang disebabkan infeksi H1N1. Sejak saat itu, banyak hewan lain yang turut terinfeksi, seperti anjing dan musang. Ketika terjangkit, hewan-hewan tersebut akan terserang sakit pernapasan yang kemudian bisa mati.<\/p>\n<p>3. Gondok (<em>paramyxovirus<\/em>) Menyebabkan Demam, Sakit Kepala dan Pembengkakan pada Kelenjar Ludah di Leher<br \/>\nPenyakit ini biasa menyerang anak-anak, namun bisa juga menyerang orang dewasa. Saat tertular, anjing akan menunjukkan tanda-tanda yang sama dengan manusia. Jadi, saat Anda terserang gondok, sebaiknya menjauh dari hewan peliharaan Anda, terutama jika hewan peliharaan Anda adalah anjing.<\/p>\n<p>4. Salmonella yang Menyerang Organ Pencernaan dengan Gejala Mual, Muntah, Diare, Demam, Sakit Kepala dan Kram Perut<br \/>\nSebagian besar kasus salmonella biasanya terkait dengan keracunan makanan. Hewan-hewan peliharaan yang rentan terkena salmonella dari manusia adalah kucing dan anjing. Adapun, penanganan yang bisa Anda lakukan adalah menjaga kebersihan sebelum menghadapi hewan peliharaan Anda.<\/p>\n<p>5. Giardia atau Giardiasis<br \/>\nPenyakit ini adalah infeksi parasit pada usus halus dan dapat menyebabkan diare. Kondisi ini biasa menyerang manusia, anjing dan kucing. Adapun infeksi giardia menyebar melalui air minum dari sumur, danau dan sungai. Jadi perhatikan kebersihan Anda agar hewan peliharaan Anda tidak tertular.<\/p>\n<p>6. MRSA (<em>Methicillin-resistant Staphylococcus aureus<\/em>)<br \/>\nMRSA adalah penyakit yang disebabkan bakteri staph resistan dengan antibiotiknya sehingga menjadi infeksi kulit, nyeri dada, batuk, demam dan pusing. Penyakit ini bisa ditularkan dari manusia ke anjing dan sebaliknya. Jika penyakit ini telah menjangkiti anjing Anda, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan panduan dan langkah-langkah yang tepat untuk perawatan.<\/p>\n<p>7. Tuberkulosis (<em>Mycobacterium tuberculosis<\/em>).<br \/>\nTuberkulosis adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini mempengaruhi hampir semua mamalia berdarah panas, termasuk satwa liar, hewan ternak dan hewan peliharaan. Pada hewan, penyakit ini dapat menyebabkan batuk, benjolan, luka gigitan yang sulit sembuh dan penurunan berat badan.<\/p>\n<p>8. Efek \u201cPerokok Pasif\u201d Pada Hewan yang Bisa Menyebabkan Kanker, Kerusakan Sel<br \/>\nTerhirupnya asap tembakau ternyata tidak hanya menyerang anggota keluarga, namun juga untuk hewan peliharaan Anda. Jika Anda atau anggota keluarga Anda ada yang menjadi perokok aktif, kemungkinan hewan peliharaan Anda juga merasakan dampaknya. Jadi, sebaiknya jauhkan hewan peliharaan dari perokok aktif.<\/p>\n<p>Ternyata, ada banyak penyakit yang bisa ditularkan manusia pada hewan peliharaan. Untuk itu, pastikan selalu menjaga kebersihan. Segera berkonsultasi pada dokter jika muncul tanda-tanda di atas. Untuk mengkonsultasikan segala keluhan dan masalah penyakit pada hewan peliharaan kesayangan Anda, segera berkunjung ke Bali Veterinary Clinic yang tersebar di berbagai daerah di Bali, seperti di Pererenan, Sanur, dan Tabanan.<\/p>\n<p>Contact Us:<br \/>\nBVC Pererenan 0811 389 3171 \/ 0812 395 2470<br \/>\nBVC Sanur 0811 389 3170 \/ 0 361 288 076<br \/>\nBVC Tabanan 0819 9332 8888<\/p>\n<p>Our Social Media:<br \/>\nInstagram: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/BaliVeterinaryClinic\/\">@BaliVeterinaryClinic<\/a><br \/>\nFacebook: <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/baliveterinaryclinic\">Bali Veterinary Clinic<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda mungkin sering mendengar penyakit yang bisa ditularkan hewan (zoonosis) kepada manusia, seperti rabies dan toksoplasmosis. Namun, tahukah Anda jika hal itu juga berlaku sebaliknya. Peristiwa tersebut biasa dikenal dengan \u201creverse zoonosis\u201d. Meskipun jarang terjadi, peneliti mencatat adanya kasus-kasus reverse zoonosis atau penularan penyakit dari manusia ke hewan. Adapun, 38 persen disebabkan oleh bakteri, 29 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1681,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penyakit Manusia Yang Bisa Menular Pada Hewan Peliharaan - Bali Veterinary Clinic<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyakit Manusia Yang Bisa Menular Pada Hewan Peliharaan - Bali Veterinary Clinic\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anda mungkin sering mendengar penyakit yang bisa ditularkan hewan (zoonosis) kepada manusia, seperti rabies dan toksoplasmosis. Namun, tahukah Anda jika hal itu juga berlaku sebaliknya. Peristiwa tersebut biasa dikenal dengan \u201creverse zoonosis\u201d. Meskipun jarang terjadi, peneliti mencatat adanya kasus-kasus reverse zoonosis atau penularan penyakit dari manusia ke hewan. Adapun, 38 persen disebabkan oleh bakteri, 29 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Veterinary Clinic\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-20T02:00:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-09T02:06:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/reverse-zoonosiz.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1001\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyakit Manusia Yang Bisa Menular Pada Hewan Peliharaan - Bali Veterinary Clinic","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penyakit Manusia Yang Bisa Menular Pada Hewan Peliharaan - Bali Veterinary Clinic","og_description":"Anda mungkin sering mendengar penyakit yang bisa ditularkan hewan (zoonosis) kepada manusia, seperti rabies dan toksoplasmosis. Namun, tahukah Anda jika hal itu juga berlaku sebaliknya. Peristiwa tersebut biasa dikenal dengan \u201creverse zoonosis\u201d. Meskipun jarang terjadi, peneliti mencatat adanya kasus-kasus reverse zoonosis atau penularan penyakit dari manusia ke hewan. Adapun, 38 persen disebabkan oleh bakteri, 29 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/","og_site_name":"Bali Veterinary Clinic","article_published_time":"2024-09-20T02:00:56+00:00","article_modified_time":"2024-11-09T02:06:25+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1001,"url":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/reverse-zoonosiz.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#\/schema\/person\/a0344618e6692f0a8bae35d5e5c03565"},"headline":"Penyakit Manusia Yang Bisa Menular Pada Hewan Peliharaan","datePublished":"2024-09-20T02:00:56+00:00","dateModified":"2024-11-09T02:06:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/"},"wordCount":636,"publisher":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/reverse-zoonosiz.jpg","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/","url":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/","name":"Penyakit Manusia Yang Bisa Menular Pada Hewan Peliharaan - Bali Veterinary Clinic","isPartOf":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/reverse-zoonosiz.jpg","datePublished":"2024-09-20T02:00:56+00:00","dateModified":"2024-11-09T02:06:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/reverse-zoonosiz.jpg","contentUrl":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/reverse-zoonosiz.jpg","width":1500,"height":1001},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/articles\/penyakit-manusia-yang-bisa-menular-pada-hewan-peliharaan-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyakit Manusia Yang Bisa Menular Pada Hewan Peliharaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#website","url":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/","name":"Bali Veterinary Clinic","description":"24 Hours Vet Clinic &amp; Pet Products in Bali","publisher":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#organization","name":"Bali Veterinary Clinic","url":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/BVC-Logo-BVC-Text-3.png","contentUrl":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/BVC-Logo-BVC-Text-3.png","width":659,"height":638,"caption":"Bali Veterinary Clinic"},"image":{"@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/#\/schema\/person\/a0344618e6692f0a8bae35d5e5c03565","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/288f17ca561e7d229907401190efad6d.jpg?ver=1776244752","url":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/288f17ca561e7d229907401190efad6d.jpg?ver=1776244752","contentUrl":"https:\/\/balivetclinic.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/288f17ca561e7d229907401190efad6d.jpg?ver=1776244752","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/www.kusumahendra.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1683"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1684,"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683\/revisions\/1684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/balivetclinic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}